Kedamaian menjadi sulit untuk diakui keberadaannya saat ini. Kehilangan jejaknya hingga sulit untuk ditemui. Akui saja, bahwa hampir setiap waktu mereka datang sebagai kelompok tak punya malu. Merusak hati yang tengah semi dan berseri, menjadi mati akan senjata kata yang tak jua ingin kalah.
Wahai kaum perusuh tak bosankah kalian menunjuk dan membeberkan senjata untuk ketenaran?
tak merasakah hati yang terluka sangat sulit untuk sembuh?
tak pedulikah dengan keadaan kami yang terus-terusan harus bertahan melawan kalian?
tak pernah punya nyalikah kalian untuk sekali saja mengakui kekalahan?
Menjadi tenar dan diakui keberadaan adalah alasan kalian, dengan mempermalukan dan membahas kesalahan meskipun lampau kejadiannya. Ini menjadi alasannya kami tak bisa berjaya dengan kedamaian saat ini. Kami tak bisa tenang dengan keadaan hati yang risau, menjadi korban senjata kata yang kalian lontarkan berselimut tak berperasaan.
Mungkinkah kalian menduga kami baik-baik saja?
Mungkinkah kalian menduga kami akan kuat karena biasa?
Mungkinkah kalian mengira kami tak punya air mata?
Kami juga manusia, akan rapuh pada akhirnya, akan terluka dengan biasa pada masanya, akan turut mengeluarkan air mata jika sesudahnya kalian terus berkecimpungan dengan mempermasalahkan hal-hal kecil, akan marah karena keegoan yang kalian buat dan tak pernah ingin diungkap.
Tolong berhenti dan jangan menjadi kaum yang terus menyakiti hati kami. Jangan terus membom bordir masalah yang kami buat ini. Kami lelah jika terus begini, kami butuh perlindungan dan belai kasihan bukan terus tonjokkan tak berkesudahan.
Komentar
Posting Komentar