Cahaya lampu kini mulai redup karena habis waktu untuk terus berpedar cahaya akan pesona rindu. Rindu yang terlangitkan dan berpencar di segala penjuru yang tengah merindu, oleh sang perindu. Entah apa yang dirindukan namun mengisyaratkan sebuah kepastian yang belum tersampaikan, hingga menumpuk menjadi sebuah angan yang bergerumul di tepi ilusi yang tidak bertepi.
Menjadi sebuah beban pundak yang kian memuncak. Mencoba mencari penyangga namun terhalang karena ego yang selalu dibawa. Kali ini, racauanku tak sesuai tema. Apapun yang terlihat, terdengar, ku rasa aku torehkan menjadi sebuah cerita yang nantinya melapuk dilahap usia.
Mendengar suara yang membuat hati semakin teriris memang membuat kalah diri untuk optimis. Hingga tersingkir karena pesimis. Tak harus ditanggapi suaranya, hanya untuk dihargai pendapatnya walaupun memang hati tak kuat mendengarnya. Jangan menelan hal yang membuat patah semangat, tapi yakinlah untuk hal sebaliknya. Jadikan dirimu kuat, walau mereka tak kunjung melihat. Sekian untuk waktu akasara kali ini, jaga hati supaya tak berakhir dengan pergi.
Komentar
Posting Komentar