𝓚𝓸𝓽𝓪𝓴 𝓚𝓮𝓷𝓪𝓷𝓰𝓪𝓷 𝓓𝓪𝓵𝓪𝓶 𝓡𝓾𝓪𝓷𝓰 𝓡𝓲𝓷𝓭𝓾

" Jejak rindu takkan bisa punah jika bukan dengan temu"

        Aku telah melewati beribu kenangan dimana jalannya kehidupan. Melewati setiap detail peristiwa yang kualami bersama semesta, bukan hanya dia. Logikanya mata ini telah merekam berbagai kejadian hidup yang makin hari selalu mengejutkan. Tubuhku semakin hari selalu ditempa berbagai belenggu yang membuat luka membiru. Dan, akhirnya dengan tidak sadar aku mencipatakan kotak kenangan itu dalam sebuah ruang rindu.

        Pertemuan yang seharusnya tidak terjadi, namun malah menghampiri dalam kondisi hatiku tengah sepi penghuni. Pertemuan ini adalah rahasia semesta. Bahkan permainan alurnya menggiringku pada sulitnya berjalan sendirian...lagi.  Awalnya hati ini menolak untuk menerima penghuni sepertimu, tapi kamu dengan mudah menghancurkan bangunan yang aku buat sekuat-kuatnya aku berjalan dalam kegelapan. Jejak rindu takkan bisa punah jika bukan dengan temu, namun dengan kamu semua adalah kemustahilan hidup.

        Sulit bagiku merancang semua rencana itu. Beda dengan kamu yang berhasil membuatku berakhir temu dengan rindu. Jika memang rencana kamu menghancurkan, seharusnya bukan aku objeknya. Kau tahu aku sedang lemah dalam melupakan, lalu kau datang dengan harapan lalu pergi tanpa menghapus satu pun peristiwa yang kurekam dengan mata. Kamu biarkan aku tenggelam dalam sebuah kotak kenangan, dalam sebuah ruang rindu. Membiarkan diri ini bermain dengan beribu imajinasi tersendiri. 

        Membuatku lupa, bahwa hidup bukan untuk menyimpan luka namun untuk kembali merawat bersama tawa dengan jutaan manusia di semesta. Sekarang aku sadar, bahwa kamu adalah salah satu kenangan yang harus aku simpan bukan untuk dilupakan. Untuk aku jadikan pembelajaran. Dengan berakhirnya pergi, aku harus lebih memantapkan hati. Terimakasih untuk kamu, salah satu kotak kenanganku yang diam dalam sebuah ruang rindu.

 

         

Komentar