𝘒𝘦𝘵𝘪𝘬𝘢 𝘗𝘰𝘴𝘪𝘴𝘪 𝘛𝘦𝘳𝘴𝘪𝘯𝘨𝘬𝘪𝘳 𝘎𝘦𝘯𝘨𝘴𝘪

         Terkadang dalam hal mengawali dalam lingkar hubungan kita memilih untuk saling diam. Berharap bahwa salah satu dari keduanya mengalah, padahal untuk sekadar meminta maaf kita jadi tak saling kabar. Dan yang terjadi malah saling menyalahkan satu sama lain, saling membela untuk diri sendiri karena tak ingin disalahi. Lingkar hubungan dengan pola saling gengsi malah membuat masalah terus mengisi hari. Sampai salah satu dari keduanya sadar, bahwa dengan cara ini kita salah dan harus sering berkabar untuk memastikan nantinya tak saling ingkar. Yakin bahwa seringkali diam karena gengsi mengawali malah membuat pikiran runyam. Jadinya kita hanya bermain dengan imajinasi-imajinasi bahwa kita saling melengkapi. Namun faktanya kalian hanya dua orang yang makin rekat dengan gengsi.

        Sadar atau tidaknya, posisi kalian akan tersingkir oleh gengsi yang kalian ciptakan sendiri. Ketika salah satu dari kalian memilih untuk pergi dan mencari rumah untuk pulang dan menyamankan diri. Akhir dari semua yang terjadi adalah kita saling menyesali dikemudian hari. Hanya karena kita menuruti ego dan gengsi, posisimu sebagai rumahnya terancam oleh dia yang lebih mengerti. Kamu ingin mengawali tapi tak tau cara saling mengerti.

        Jangan terlalu dekat dengan gengsi karena nantinya tersingkirkan posisi. Kamu sadar bukan bahwa pasanganmu adalah rumah yang dulunya hanya tempat singgah namun terlalu ramah untuk pindah. Yang harusnya kalian sama-sama mengerti. Suarakan isi hati, sempatkan untuk bercerita tentang hari ini. Jangan lupa cemburu dan kecewamu harus dia ketahui. Jangan sampai kecurigaan membuat pondasimu hancur berantakan. Kalian harus sama-sama seimbang, jangan ingin sendiri yang menang. Buatlah rumahmu menjadi tempat satu-satunya untuk rindu, menjadi awal dan akhir dari sebuah temu.


                                        😇ᒍᗩᑎGᗩᑎ ᒪᑌᑭᗩ ᒍᗩGᗩ KEᔕEᕼᗩTᗩᑎ😇

                                                                      _astairevaa_

Komentar