Seperti jejak yang pernah menapak pada pasir di pantai sana, hingga pada akhirnya akan hilang tersapu angin tanpa pernah pamrih. Terganti oleh jejak-jejak lain, hingga akhirnya musnah tanpa pernah singgah. Setidaknya aku pernah,,,pernah ada namun akhirnya tiada. Pernah melangkah bersama namun pada akhirnya tidak sama-sama. Pernah sama-sama tertawa namun berakhir lara dan terluka. Semua bergulir seperti air yang mengalir, seperti roda yang berputar, berganti siang dan malam.
Ada kalanya kita singgah dan pisah. Ada beberapa alasan untuk pisah, mungkin karena salah satu bosan atau bahkan keduanya sama-sama mempunyai keinginan akan perpisahan. Setidaknya kita pernah,,, aku pernah menjadi bagian dari tawamu, aku pernah menjadi alasan bahagiamu, aku pernah menjadi sandaran ketika lelahmu, aku pernah menjadi rumah saat kau tak kuat akan masalah. Tapi kini aku hanyalah aku yang bedanya tak bersama kamu. Tak apa 😞 perpisahan bukan akhir dari kehidupan,, hanya saja kenangan akan terus menjadi bayang-bayang.
Kenangan akan selalu hadir tanpa pernah kita minta. Ketika kita ingin lupa, kenangan tak pernah biarkan kita melupa. Ketika kita ingin mengingat, kenangan tak biarkan kita mengingat. Begitulah kenangan, bekerja tanpa pernah ingin bekerja sama dengan kita. Kenangan selalu tak punya aturan dalam prosesnya. Tapi,, jangan pernah benci akan kenangan. Jadikan dia pembelajaran untuk menjalani setiap alur kehidupan.
Komentar
Posting Komentar