𝔻𝕒𝕥𝕒𝕟𝕘, 𝕡𝕖𝕣𝕘𝕚 𝕝𝕒𝕝𝕦 𝕜𝕖𝕞𝕓𝕒𝕝𝕚 𝕜𝕖𝕞𝕦𝕕𝕚𝕒𝕟 𝕙𝕚𝕝𝕒𝕟𝕘 𝕕𝕒𝕟 𝕥𝕒𝕜 𝕡𝕖𝕣𝕟𝕒𝕙 𝕓𝕚𝕤𝕒 𝕕𝕚𝕞𝕚𝕝𝕚𝕜𝕚

 "Jangan terus ingin menggapai angin yang bisa dirasa namun sukar bersama, karena yakinlah setiap rasa akan bermetamorfosis sempurna"

    Kala waktu yang bergerak di jalannya, bersama hari yang kemudian silih berganti pada akhirnya. Dengan perputaran antara matahari bersama bulan, dan juga dia yang datang lalu pergi kemudian. Kedatangannya membuat jagat rayamu meledak seketika, harimu menjadi semakin berbeda, ketika senyum itu dia tampilkan, dengan bodohnya merah pipimu tak bisa kau sembunyikan. Dia hadir dihidupmu seketika, memberikan rasa yang tidak kau ketahui itu hanya sementara saja. Kamu tak menyadari perihal itu, yang kamu rasa waktu itu adalah dirimu telah jatuh sejatuh-jatuhnya dalam pesona yang membuatmu buta akan luka.

    Hingga berjalannya semua cerita, lalu dia memilih untuk meninggalkan kamu yang akhirnya berakhir di dasar nestapa. Kamu yang masih tak percaya dengan sentuhan luka yang tak biasa. Dirimu yang akhirnya tahu akan perihnya terluka, bagaikan beribu pedang yang tiba-tiba menghunusmu dari belakang. Luka itu tak membuatmu sadar, kamu terus saja masih berharap dia kembali, kamu yang terus berangan dia hanya pergi dan kembali dengan berjuta mimpi untukmu. Emang terlalu bodoh saja dirimu yang percaya akan hal yang mustahil menimpamu.

    Seperti pelangi yang terlukis indah dinaungan langit, membuat dirimu tak menyadari rasa sakit. Lalu kemudian dia datang padamu lagi, sesuai anganmu yang kau langitkan bersama rindu. Kamu yang tak menyadari bahwa kehadiran dengan pola ini akan membuatmu jatuh kembali. Dia datang membawa janji lengkap beserta harapan yang akhir-akhirnya akan pergi kembali. Hey bangun, jangan terus ingin menggapai angin yang bisa dirasa namun sukar bersam, karena yakinlah setiap rasa yang terluka akan bermetamorfosis sempurna. Walau harus berproses juga progres namun kamu harus yakin hasilnya. Jangan buat dirimu makin jatuh kemuadian rapuh, yang harus kau lakukan adalah bangkit dan berusaha untuk tumbuh menjadi dirimu yang tangguh. Sudah, masa kelam itu biarlah terkubur dengan sendirinya bersama kegelapan kala malam, bersama rasa sakit yang akhirnya tertidur.

 

 

Komentar