Seiring berjalannya waktu, semua yang awalnya saling memiliki akan balik menyakiti. Yang tadinya saling kini nyatanya berpaling, ketika dulu rindu menjadi candu semua akan berubah menjadi luka yang membiru. Terkadang kamu gak pernah sadar akan perihal semua itu, menganggap bahwa diri kamu masih berharga untuknya. Padahal realitanya dia bahkan punya orang baru. Terus, gimana nasib kamu sekarang?
Masih ingin mengejar sedangkan dia balik menghindar?
Masih ingin mencintai bahkan rela disakiti?
Masih menyayanginya setulus hati padahal dia padamu hanya setengah hati?
Masih terus berandai dengan kenyataan yang tak memungkinkan?
Udahlah, kamu itu sebenarnya udah lelah terus berusaha menyamai langkah. Sekarang coba kamu ubah mindset dalam diri kamu, buang semua rasa dan kecewa. Biar nanti kamu akan terbiasa dengan sendirinya. Gak ada larangan untuk kamu sedikit menenangkan diri, itu bahkan bagus buat hatimu bahkan ragamu. Kesempatan ini jangan kamu hilangkan, Tuhan gak pernah salah dalam memberi arah. Tuhan gak pernah salah memisahkan kamu dengan dia yang sama sekali tak ingin searah. Tuhan gak pernah salah memberi luka agar hati kamu terbuka.
Jadi, kini saatnya kamu sadar bahwa kamu butuh waktu untuk sendiri dan berdikari. Kamu harus fokus menggapai mimpi yang sudah menunggu diujung hari. Biarlah dia pergi, karena nanti kamu akan bertemu dengan seseorang yang mencintaimu setulus hati bukan setengah hati. Jangan terus berusaha kalau usahamu tak jadi nyata. Jangan terus rela disakiti kalau nyatanya hatimu tak kuat lagi. Tapi tak apa, karena setelah luka yakin pasti bahagia. Hanya saja, kamu yang terkadang suka lupa diri ya?
Komentar
Posting Komentar