Kamu tahu bagaimana rasanya ketika orang yang diharapkan untuk sama-sama berbagi kebahagiaan tiba-tiba diam tanpa alasan. Dalam seketika dia tak biasa. Bagaimana denganmu? masih tak mau bicara akan perkara dibalik alasannya? jika memang sikapku buat kamu tak suka padaku, kenapa tak kau suarakan saja, kenapa kau hanya diam membisu tanpa sedikitpun alasan yang membantu. Seiring berputarnya waktu dan malam kini berganti pagi yang membisu, aku diam. Bukan karena banyak pikiran yang harus diselesaikan hanya saja kamu diam tanpa alasan.
Kenapa harus aku yang selalu maju. Kenapa kamu tidak selalu mengerti atas hal ini. Jika kamu bosan maka lepaskan. Jika kamu lelah terus melangkah bersamaku maka putuskan untuk pisah. Jika kamu mempunyai niat untuk pergi maka silahkan, jangan buat aku menunggu tanpa kepastian. Aku tahu resiko untuk keputusanmu yang jika-jika menyakitkan. Mungkin nantinya aku diberi kesempatan untuk tenang dalam kesendirian.
Jangan memaksakan untuk tetap dalam bising jika yang kau inginkan hening. Jangan tetap menetap jika yang kau niatkan adalah tak ingin lagi menetap. Tak apa denganku, jika memang kamu tidak bahagia maka pergilah cari dulu bahagia mu dengan semesta. Karena semua hal akan percuma jika salah satu dari kita tak bahagia. Bagaimana kita akan saling memberi kebahagiaan jika kamu saja tak tahu bahagia dalam dirimu.
Hubungan dalam pola ini tak akan cukup lama. Kamu harus tahu. Jika-jika kamu tak ingin pergi dan hanya sedang ingin sendiri maka aku pahami. Tapi, jikalau kamu butuh ditemani maka, Bicaralah selagi masih ada kesempatan.
Komentar
Posting Komentar