Jika denganmu aku jatuh, maka dengan siapa aku bangun

         Pagi ini,, dengan hari yang tak lagi sama, waktu yang tak lagi sama, masa yang tak lagi sama dan perasaan yang mulai hilang entah kemana. Entah hanya aku yang merasa kini rasa tak lagi sama, bahkan berbeda tak seperti biasanya. Kini, kita adalah dua orang yang berusaha saling  melupakan. Jika akhirnya akan seperti ini, maka dari awal tak akan aku singgahi. Dulu aku menyia-nyiakan orang yang benar-benar tulus menyayangi, demi kamu yang memberiku harapan lengkap beserta janji lalu pergi membiarkan aku berteman bersama sepi. Penyesalan memang datang diakhir,, memang benar faktanya. Jika bukan begitu maka beda lagi hasilnya.

        Rasa kita kini bermetamorfosis, aku pada jalanku dan kamu pada jalanmu. Tuhan tak pernah salah, menakdirkan aku yang kini dikelilingi rasa bersalah. Tuhan memberi jalan atas doaku yang selalu kupanjatkan dengan penuh perasaan. Dia benar, aku mempertahankan orang yang salah, tapi menyakitkan jika harus meninggalkan. Itu resiko,, aku harus siap patah lagi. Ini adalah kesepakatan dari awal yang aku putuskan. Jika ingin jatuh cinta maka harus siap jatuh didasar nestapa. Harus siap membenah diri setelah disakiti.

        Jika denganmu aku jatuh, maka dengan siapa aku bangun? akankah ada orang yang dengan sukarela menarikku dari lubang yang penuh dengan rasa penyesalan. Jika ada, pertemukan aku padanya, jika bukan hari ini, maka hari esok, jika bukan hari esok, maka suatu hari nanti. 

        Kini wujudmu semakin menghilang diterpa waktu, menjadikanmu bayang-bayang yang nantinya mungkin akan menghilang. Kenangan kita, biarlah tersimpan sebagai pelajaran. Baik itu hal termanis atau terpahit. Kita jalani saja masing-masing. Jika memang ditakdirkan maka tuhan persatukan. Jika bukan, maka tak usah dipaksakan dengan akhir yang pastinya menyakitkan. Semesta punya banyak cara untuk aku bahagia. Tak perlu denganmu saja, senyumku aku gunakan.

        Terimakasih karena telah memberiku banyak pelajaran yang nantinya akan kugunakan untuk masa depan. Semoga saja 30 hari terakhir tahun ini adalah hari untuk aku mengikhlaskan segala rasa yang tak kunjung pergi. 30 hari terkhir ini, akan aku gunakan untuk akhir tahun yang tak pernah aku lupakan pada tahun dimana aku akan mengingatnya. 30 hari terakhir ini, akan memberiku banayak pelajaran yang harus aku ingatkan suatu hari nanti. Nikmati saja hari ini dan 30 hari terkhir ini.

Komentar