Sore itu,,tatkala langit mulai bergantian dengan senja yang mulai melukiskan warnanya di sana. Dan kala itu juga entah kenapa aku berfirasat bahwa akan bertemu denganmu,,entah kapan tapi pasti. Perutku tak kunjung berhenti bersuara, aku langkahkan kakiku pada ruangan itu untuk memenuhi kebutuhan metabolisme tubuhku. Tak terasa aku masuk dan berbincang dengan temanku yang satu tujuan itu. Aku masuk pada ruangan yang dipenuhi wangi-wangian khas yang tercampur. Kulangkahkan kaki pada ruangan yang dibatasi tembok putih yang makin luntur karena usia.
Dan saat kulihat di ruangan itu ada mata yang sangat ingin kulihat, ada tubuh yang selalu kupandangi dari jauh, ada wajah yang membuat hati tenang melihatnya, tapi tidak dengan rautnya. Aku masih tak peka ada apa dengan hatimu dan jiwamu. Ku teruskan niatku untuk memenuhi kebutuhan metabolisme tubuhku itu. Aku sempat bertanya padamu "sendirian aja" kataku kala itu. Jujur aku memerlukan berjuta keberanian untuk bertanya padamu, butuh kaki yang kuat untuk tetap berdiri tegak saat berdiri di sampingmu. Dan apa kau tahu aku butuh banyak oksigen dan alat untuk bisa mengendalikan jantungku yang tak pernah diam saat bersamamu.
Saat kupandang mata itu ada yang berbeda padamu, entah perasaanmu atau jiwamu dan yang terpenting kamu berbeda saat itu. Aku abaiakan saja, karena aku berfikir kamu baru bangun dari tidurmu. Tapi diammu yang buat aku semakin ingin bertanya lebih padamu. Kutanya lagi "kenapa?sakit?" kamu bahkan menjawab "tidak papa" aku tahu dibalik kata itu ada alasan yang sangat kuat yang buat kamu menjadi diam seperti ini.
Aku diam sambil memperhatikan kamu yang semakin berbeda pada biasanya. Mana ucapanmu yang terkadang receh dan buat aku terbang itu? mana wajahmu yang sepaket dengan senyum yang berseri itu. Yang kulihat sekarang adalah mata sendu,wajah kusut,hati yang tak karuan. Ada apa denganmu? aku semakin bertanya lebih jauh padamu namun kau menjawab dengan singkatnya saja. Kuperhatikan dirimu yang menundukkan kepala disana. Aku tahu kamu sedang tak baik-baik saja. Hanya saja aku tak tahu alasannnya. Kuperhatikan kamu lebih dalam, lalu dengan mata ini aku melihat dengan jelasnya butiran air menetes di matamu. Kau tahu aku semkin bingung dan bertanya-tanya. Hey,ada apa denganmu? aku semakin ingin memeluk dan menenangkanmu kala itu.
Tapi aku sadar, aku tak berhak akan hal itu. Mungkin nanti ada orang yang kan menenangkanmu dari diammu itu, biarpun aku tahu itu bukan aku. Kamu tiba-tiba pergi dan meninggalkann aku dengan sejuta tanda tanya, meninggalkanku dengan rasa bersalah dan khawatir. Rasanya ingin aku kejar kamu, tapi aku tak kuasa. Perasaanku tak karuan jantungku berdetak tak berirama seperti biasanya. Lalu aku pun pergi meninggalkan ruangan itu menyusul setelahmu, kulangkan kaki yang tak kuasa berjalan karena rasa penasaran itu. Aku memasuki ruangan putih dengan lampu yang mulai menyala. Ku rebahkan tubuhku di kasur dan kubenamkan wajahku di bantal. Kuselimuti tubuhku dengan sorban hijau. Untuk kamu, Aku rindu. Aku semakin erat dengan benda berwarna hijau itu. Kubayangkan aku sedang memelukmu sambil menenangkanmu dengan uluran tanganku ini. Kubayangkan kau mulai bercerita tentang masalahmu,,walau aku tahu itu tak pernah mungkin terjadi.
Kubayangkan saja semuanya. Aku tau perasaanmu saat ini, tapi bedanya aku tak tahu alasan perasaanmu itu. Entahlah hari itu aku diam di kasur tak beranjak kemana-mana lagi, hingga pada akhirnya aku tak ingat dan perasaan itu menuntunku pada mimpiku. Ya,aku tertidur dengan perasaan yang tak beraturan itu, dan penyebabnya adalah kamu.
Komentar
Posting Komentar